YI SUN-SIN SUSPENSION BRIDGE

PENDAHULUAN:

Dengan tujuan untuk mempelajari tentang pelaksanaan konstruksi fondasi dari sebuah jembatan Suspension dengan bentangan tengah terpanjang ke 4 didunia, penulis sengaja mengikuti IABSE (International  Association of Bridge and Structure Engineers) Congress di Seoul pada tgl.19 – 21 September 2012.

Congress ini diikuti oleh kira kira 538 peserta dari 43 negara, termasuk 10 orang dari Indoensia. Pada tanggal 21 dan 22 September 2012, penulis ikut dalam rombongan 40 orang untuk meninjau langsung kelokasi jembatan yang terletak di kota Gwangyang, yang ditempuh dengan bus dalam waktu 4,5 jam.

Pengalaman penulis dalam kunjungan ini dan bahan dari Congress, disertai pengalaman kunjungan kebeberapa jembatan terpanjang lainnya dalam berbagai Coastal Engineering Conferences sejak tahun 1988 akan diproyeksikan untuk membayangkan tentang kemungkinan tipe fondasi Jembatan Selat Sunda.

 

FOTO DAN UKURAN YI SUN-SIN BRIDGE

Jembatan senilai US$ 447 Million yang dikerjakan oleh Daelim merupakan satu dari 2 jembatan yang menghubungkan kota Gwangyang dan Yeosu, yang telah dipakai untuk sementara pada bulan Mei saat EXPO 2012. Jembatan ini akan selesai seluruhnya pada akhir tahun ini.

Panjang bentangan tengah adalah 1545m yang mewakili tahun kelahiran Pahlawan Yi Sun-Sin – Panglima AL yang diakhir abad ke 16 berhasil mengalahkan serangan dari armada kapal Jepang.

Bentangan samping adalah 2 x 357,5m dan jarak penerusan ke Anchor 120m dan 165m. Di sini terlihat kecerdikan perencanaan yang menempatkan kedua Anchors dielevasi yang rendah dengan memanjangkan Cable samping, sehingga tidak perlu membuat struktur Anchors yang setinggi dek. Tinggi Pylon yang terbuat dari beton adalah 270m, merupakan Pylon beton tertinggi di dunia.

Dek jembatan yang terbuat dari plat baja, merupakan Twin Steel Box Culvert yang masing masing mempunyai lebar 12,4m dengan jarak antara kosong selebar 4,3m dan dihubungkan dengan Box Girder pada setiap posisi Kabel penggantung yang berjarak sekitar 24m.

Pylon yang mempunyai rongga ditengah, digunakan sebagai ruang lift untuk pekerja, kami juga menggunakannya saat meninjau kepuncak pylon tgl.22 September 2012 itu. Dari puncak pylon dibagaian Gwangyang City, kami bisa melihat kompleks pabrik baja raksasa POSCO yang merupakan pemasok utama dari semua bahan besi untuk jembatan ini dan juga telah memberikan kesempatan kepada kami untuk peninjauan.

Dari puncak Pylon kami bisa berfoto disamping salah satu kabel penggatung raksasa, karena jembatan titian untuk pemasangan kabel belum dilepas.

 

KABEL

Memakai sistim gabungan Paralel Wire diameter 5.35mm dengan kekuatan 18.5Mpa, atau setiap wire dapat menahan tarikan sebesar 4 ton. Wire tersebut digabungkan dengan jumlah 400 menjadi Strand dan 32 Strands menjadi Cable diameter 677mm untuk bagian bentangan tengah. Sedangkan kabel bentangan samping terdiri dari 34 Strands.

 

FONDASI

Fondasi Anchor di daratan Gwangyang

Fondasi Anchor di Myodo

Fondasi Pylon berupa pulau buatan dari kedalaman -13m dan -7m, masing masing dipadatkan dengan DCM ( Deep Cement Mixing ) dibagian luar dan dipasang dinding blok beton yang berat di sekelilingnya dan di tengah dilakukan SCP ( Sand Conpaction Piles ), kemudian dibuat 38 buah tiang bor dengan diameter 3m sedalam 30m. Pile Cap beton berukuran 72m x 32.5m x 8m.

 

SISTIM FONDASI SUSPENSION BRIDGE PADA UMUMNYA

Dengan mengukuti IABSE Congress, mengunjungi Yi Sun-Sin Bridge, berdiskusi dengan beberapa ahli jembatan dan telah mempelajari berbagai Suspension Bridge Terpanjang didunia, penulis mengambil suatu kesimpulan sebagai berikut:

1. Fondasi dari sebuah Suspension Bridge haruslah berupa “Mass Rigid Foundation”, berbeda dengan fondasi Cable Stayed Bridge yang bisa berupa tiang pancang diair yang lumayan dalam.
2. Cara paling baik untuk menempatkan semua fondasi Suspension Bridge adalah dengan meletakkan di darat – Rencana Messina Bridge dengan bentangan 3,3km meletakkan semua fondasi di darat.
3. Bila fondasi Pylon terletak diair yang dangkal, buatlah pulau buatan dan lakukanlah pengerasan tanah seperti halnya dengan Yi Sun-Sin Bridge dan bebrapa jembatan lainnya.
4. Kalau kedalaman air sekitar 11m dan 20m dan keadaan tanah cukup baik, maka dapat dipakai Caisson beton untuk fondasi Anchor dan Pylon – Great Belt Bridge di Denmark.
5. Sedapat mungkin tempatkanlah fondasi Anchors didarat dan jika posisi fondasi Pylons terletak di kedalaman air -35m dan tanah keras terletak dikedalaman -65m, maka daerah fondasi pylon dikeruk hingga mencapai tanah keras dan dipakai Caisson besi berdinding ganda dengan ukuran diameter luar 80m dan tinggi 70m serta tebal rata rata 50mm yang diisi penuh dengan beton – Akashi Kaikyo Bridge.

 

BAGAIMANA KIRA-KIRA DENGAN FONDASI SUSPENSION BRIDGE DARI RENCANA JEMBATAN SELAT SUNDA?

Melalui penggabungan peta dari Google Earth dan Hydro Oceanographic diatas terlihat dengan jelas bahwa tantangan terbesar adalah air yang terlalu dalam. Sekiranya rute Anyer yang dipilih, maka di kedua sisi Tenggara dan Barat Laut dari Pulau Sangiang, kalau dibuat Suspension Bridge dengan bentangan tengah 2,5km dan 3km, maka pastilah paling sedikit ada 6 fondasi yang harus diletakkan di air yang dalam, yaitu fondasi 2 Anchors dan 4 Pylons, ini seandainya dipilih 2 Anchors ditempatkan di atas daratan Pulau Sangiang.

Untuk Caisson dilaut dalam, penulis berpendapat, agar supaya saat Caisson diposisikan dapat rata dan stabil pada posisinya, maka dapat dipasang sejumlah pipa diameter 150mm dengan jarak antara +/- 6m sekeliling ruang caisson diluar untuk penempatan Rock Anchors setelah caisson ditenggelamkan dengan pengisian air laut, kemudian lumpur dibagian tengah caisson yang kosong dapat dibersihkan dengan Air Lift sambil mengencangkan Rock Anchors agar caisson bisa rata, kemudian barulah dilakukan pengecoran beton “istimewa ” yang tidak buyar didalam air sampai penuh. Pengecoran ini bisa berlangsung sampai satu tahun (365 hari x 24 jam/hari) dengan kapasitas +/- 200m3/jam saat laut tenang maupun dalam keadaan ganas.

Kalau masalah fondasi ini dapat diatasi, maka tantangan lainnya adalah membangun Pylon yang tertinggi didunia +/-400m, bentangan tengah terpanjang di dunia – 2500m dan 3000m, dek jembatan terlebar di dunia – 60m, jembatan dengan jalur rel ganda yang terpanjang di dunia dan kabel dengan diameter yang terbesar didunia +/- 1400mm.

Seperti diketahui rekor dunia saat ini adalah Akashi Kaikyo Bridge di Kobe, Jepang dengan bentangan tengah 1991m yang tidak mempunyai jalur ganda kereta api dan kedua Anchors nya berada di darat / bukit.

Bila rencana Suspension Bridge diganti dengan Cable Stayed Bridge dengan mencontoh Rion Antiron Bridge di Yunani yang bentangannya 580m, kedalaman airnya 60m dan bentuk fondasinya seperti biji pion catur yang dasarnya berdiameter 90m yang diletakkan diatas “cerucuk” tiang baja, maka untuk JSS pada kedalaman 100m, seandainya tanahnya bagus, maka diameter dasar fondasi akan menjadi kira kira 150m. Juga akan menjadi rekor dunia.

Panjang bentangan tengah Cable Stayed Bridge didunia saat ini hanyalah 1104m yang baru diciptakan oleh Rusky Bridge – Rusia, yang semua fondasinya terletak di darat dan di pulau yang sekaligus menjadi pelindung dari kemungkinan tabrakan kapal.

Sekiranya Jembatan Selat Sunda jadi dibangun, maka negara yang memiliki pengalaman dalam membuat Caisson Raksasa, barulah Jepang. Itupun hanya untuk fondasi pylons saja, sedangkan untuk fondasi Caisson dari Anchors, hanyalah Denmark, dengan kedalaman 11m dan bentangan tengah jembatan hanya 1650m.

Sedangkan untuk China yang memiliki beberapa Ocean Crossing Bridges yang terpanjang di dunia seperti Hangzhou, Donghai dan Qingdao Jiaozhou, kedalaman airnya sampai -16m saja, sedangkan untuk Hongkong Macao Zhuhai Bridge yang sedang dikerjakan, sebagian besar kedalaman airnya hanyalah -7m.

Kalau diambil pengalaman dari perusahaan Offshore yang telah membuat platform minyak raksasa dari bahan beton, penulis menganggap masih kurang, karena platform demikian hanya berdiri bebas, tanpa harus menahan gaya horisontal yang sangat besar dari 2 kabel yang berdiameter raksasa. Dengan demikian untuk proyek Jembatan Selat Sunda ini, semua kontraktor di dunia belum mempunyai pengalaman menyeluruh dalam pelaksaaannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s